Forum Gabungan Komunitas Peduli Rob Pekalongan

Selasa, 05 Februari 2019

Komunitas Save Pekalongan Suarakan Rob Lewat Film


PEKALONGAN- Sebanyak 33 komunitas yang tergabung dalam Komunitas Save
Pekalongan bersama Lembaga Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan
dan Yayasan Robert Bosch menggelar diskusi dan pemutaran film tentang
rob di Ruang Amarta Setda, Selasa (1/1).

Ada dua film pendek yang diputar malam itu yakni '' Ada Juang di Tanah
Tergenang'' yang disutradarai Taufiq Canting, dan '' Pekalongan 34 Cm ''
karya Lexy Junior Rambadeta. Acara dihadiri ratusan anggota komunitas
dan warga Kota Pekalongan yang memadati Ruang Amarta.

Hadir juga sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Pekalongan,
Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih dan Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz. Acara diskusi dan pemutaran dimeriahkan stand-up comedy dari

Ketua Panitia Diskusi dan Pemutaran Film Trisno Suhito menjelaskan,
kedua film yang diproduksi tersebut merupakan bentuk kegelisahan
komunitas Pekalongan sebagai bagian dari masyarakat sipil atas bencana rob yang masih melanda Kota Pekalongan dan sampai saat ini belum terselesaikan.

'' Rob yang terjadi di Kota Pekalongan dampaknya sangat besar bagi warga Pekalongan. Baik secara sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, sampai berdampak pada kehidupan di rumah tangga. Kegelisahan teman-teman komunitas Save pekalongan akan rob tersebut kemudian diekspresikan dalam bentuk film,'' terangnya.

Trisno yang juga produser film ''Ada Juang di Tanah Tergenang'' itu mengatakan, pemutaran film bertujuan untuk menyuarakan secara lebih luas bencana rob yang terjadi di Kota Pekalongan ke berbagai elemen agar mendapat perhatian dan penanganan secara serius.

'' Bencana rob di Kota Pekalongan harus segera diatasi secara bersama-sama. Semuanya harus berkolaborasi dan bergandengan tangan. Baik Pemerintah Kota Pekalongan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah pusat serta masyarakat,'' sambungnya.

Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih berharap, nantinya ada sinergi antara Pemkot Pekalongan,
komunitas dan masyarakat untuk mengatasi masalah rob. Sementara itu, Wali Kota mengapresiasi film tentang rob yang dibuat Komunitas Save Pekalongan.

'' Film ini merupakan wujud kreatifitas dan semangat jejaring komunitas di Pekalongan. Terutama untuk ikut bisa mendorong penanganan rob serta permasalahan lingkungan yang masih terjadi di Pekalongan,'' katanya. 

Selain itu, Wali Kota juga mengatakan ke depan Pemkot Pekalongan akan memberikan ruang ekspresi bagi komunitas-komunitas yang ada di Kota Pekalongan. Sebelumnya, melalui video, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta komunitas Save Pekalongan mengajak komunitas yang lain untuk peduli lingkungan.

'' Bersihkan sungai di Kota Pekalongan. Gunakan sedikit mungkin sampah
dan bawalah tempat minum setiap hari agar bisa mengeliminasi sampah,''
pesannya.
Komunitas Stand-up Kota Pekalongan dan musik akustik.
Share:

1 komentar:

  1. Its potential to facilitate distributed manufacturing is leading to provide chain and logistics advantages, by reducing the necessity for transportation, warehousing and wastage. Furthermore, social and financial growth is being advanced via the creation of native production economies. In the last several of} years 3D printing has been intensively utilized by within the cultural heritage area for preservation, restoration and dissemination functions. Many Europeans and North American Museums have purchased 3D printers and actively recreate missing pieces of their relics and archaeological monuments similar to Tiwanaku in Bolivia. The Metropolitan Museum of Art and the British Museum have started utilizing their 3D printers to create museum souvenirs which might be} out there within the museum outlets. To become a viable industrial production option, there are a Electric Pencil Sharpener few challenges that 4D printing must overcome.

    BalasHapus

www.savepekalongan.com

Labels

Kanal Youtube

Pojok Opini